Bahan Polyester Bikin Bau Badan, Kenapa Brand Fashion Masih Memakainya?

Bahan Polyester

Saat melihat label pakaian, Anda mungkin sering menemukan tulisan bahan “polyester”. Mulai dari jersey olahraga, seragam kerja, jaket, hingga pakaian sehari-hari, polyester menjadi salah satu material yang paling banyak digunakan di industri tekstil modern. Hanya saja, ada satu kekurangan dari bahan kain yang satu ini, yakni bau.

Pakaian berbahan polyester kerap kali tetap menimbulkan bau kurang sedap sekalipun sudah dicuci beberapa kali. Meski begitu, kebanyakan brand fashion masih mengandalkan bahan ini sebagai material utama produksi mereka. Mengapa demikian?

Dalam artikel ini, Anda akan memahami alasan polyester tetap menjadi salah satu bahan favorit di industri fashion, terlepas dari karakteristiknya yang menimbulkan bau. Mari bahas selengkapnya di bagian berikut.

Table of Contents

Kenapa Bahan Polyester Sangat Populer di Industri Fashion?

Polyester populer karena mampu memberikan keseimbangan antara kualitas, daya tahan, dan biaya produksi.

Di tengah kebutuhan industri fashion yang serba cepat, produsen membutuhkan material yang mudah diproduksi dalam jumlah besar, memiliki kualitas yang konsisten, serta memiliki ketahanan tinggi untuk penggunaan sehari-hari. Polyester memenuhi ketiga kebutuhan tersebut.

Serat ini memiliki daya tahan yang baik, mudah diproses dalam skala besar, dan dapat digunakan untuk beragam jenis pakaian. Karena itulah polyester senantiasa menjadi salah satu bahan yang paling banyak digunakan di industri tekstil modern.

Di samping itu, polyester juga mudah dipadukan dengan serat lain, seperti katun, rayon, maupun spandeks. Kombinasi ini memungkinkan produsen menghadirkan kain dengan karakter yang lebih seimbang, baik dari sisi kenyamanan, elastisitas, maupun ketahanannya.

Mengapa Banyak Brand Menggunakan Polyester padahal Bikin Bau Badan?

Sederhananya, polyester tetap dipilih sekalipun berbau karena bahan ini harganya murah, dapat diproduksi dalam skala besar, tahan lama, dan sangat fleksibel.

Memang tidak bisa dimungkiri bahwa bahan polyester menimbulkan bau tidak enak. Dijelaskan laman Chemistry World, hal ini bisa terjadi serat polyester bersifat hidrofobik atau tidak mudah menyerap air.

Alhasil, minyak dari keringat dan sebum lebih mudah menempel pada permukaan kain. Senyawa inilah yang kemudian diuraikan oleh bakteri menjadi zat berbau.

Perlu Anda ketahui pula, polyester tergolong serat yang memerangkap bakteri. Hal inilah yang lantas membuat pakaian berbahan polyester tetap bau sekalipun telah dicuci. 

Meski begitu, banyak brand fashion tetap memilih polyester adalah karena material ini menawarkan sejumlah keunggulan yang sulit disaingi bahan lain.

Seperti disebutkan sebelumnya, polyester tergolong ekonomis, tahan lama, dan fleksibel untuk berbagai kategori produk. Bahkan, seperti disebutkan laman Szoneier Fabrics, polyester jauh lebih unggul daripada serat alami dalam hal efisiensi biaya, daya tahan terhadap kerutan, waktu pengeringan, dan mudah dipadukan dengan bahan lain.

Di samping itu, saat ini juga banyak produsen tekstil yang telah mengembangkan polyester dengan teknologi moisture-wicking, anti-odor, maupun berbagai jenis campuran kain yang menghasilkan polyester dengan sirkulasi udara yang lebih baik sehingga pakaian tidak mudah lembap dan menimbulkan bau.

Baca Juga: Saat Kenyamanan Jadi Prioritas, Bahan Katun Jawabannya: Cari Tahu Kelebihannya!

Apa Itu Bahan Polyester dan Bagaimana Proses Pembuatannya?

Polyester adalah serat sintetis yang dibuat melalui proses kimia dari bahan berbasis petrokimia. Setelah melalui proses tertentu, bahan tersebut diubah menjadi serat, kemudian dipintal menjadi benang dan akhirnya ditenun atau dirajut menjadi kain.

Lantas, terbuat dari mana bahan polyester dan bagaimana proses pembuatannya?

Dari Mana Serat Polyester Berasal?

Sebagian besar polyester berasal dari bahan baku berbasis minyak bumi yang diproses menjadi polimer. Polimer tersebut kemudian dibentuk menjadi serat tekstil yang memiliki karakter kuat, ringan, dan tahan terhadap berbagai kondisi penggunaan.

Selain polyester konvensional, kini juga tersedia polyester daur ulang (recycled polyester) yang diproduksi dari botol plastik bekas maupun limbah polyester lainnya. Penggunaan polyester daur ulang ini terus meningkat sebagai upaya mengurangi konsumsi bahan baku baru.

Bagaimana Polyester Diubah Menjadi Kain?

Setelah menjadi serat, polyester dipintal menjadi benang. Benang tersebut kemudian diproses melalui teknik tenun (woven) atau rajut (knit) untuk menghasilkan berbagai jenis kain.

Perbedaan proses produksi inilah yang nantinya menghasilkan karakter kain yang berbeda-beda, mulai dari yang terasa ringan dan lentur hingga yang lebih kokoh dan terstruktur.

Apa yang Membuat Polyester Berbeda dari Bahan Lain?

polyester warna navy

Yang Membuat Polyester Berbeda dari Bahan Lain (Sumber: Pexels/PIxabay)

Setiap jenis serat memiliki karakteristiknya masing-masing. Polyester dikenal karena menawarkan kekuatan dan kemudahan perawatan.

Karakter tersebut membuat polyester sering dipilih untuk pakaian yang sering dikenakan sehari-hari maupun produk yang membutuhkan usia pakai panjang.

1. Tekstur dan Tampilan Polyester

Tekstur polyester sangat bervariasi tergantung proses pembuatannya. Ada yang terasa halus dan lembut menyerupai katun, ada pula yang memiliki permukaan lebih licin dan sedikit mengilap.

Kemajuan teknologi tekstil juga memungkinkan polyester terlihat semakin mirip dengan serat alami sehingga sulit dibedakan hanya dari tampilan luarnya.

2. Ketahanan terhadap Kusut dan Penyusutan

Salah satu karakter yang paling disukai dari polyester adalah ketahanannya terhadap kusut. Jika Anda pernah mencuci pakaian berbahan polyester lalu langsung menggantungnya hingga kering, kemungkinan besar pakaian tersebut tetap terlihat rapi tanpa perlu banyak disetrika.

Selain itu, polyester juga cenderung tidak mudah menyusut setelah pencucian berulang.

3. Respons terhadap Air dan Keringat

Polyester memiliki kemampuan menyerap air yang lebih rendah dibanding katun. Karena sifat ini, kain polyester cenderung lebih cepat kering setelah dicuci atau terkena keringat. Inilah mengapa banyak jersey olahraga menggunakan material ini.

4. Ketahanan terhadap Pencucian Berulang

Pakaian berbahan polyester umumnya mampu mempertahankan bentuk dan warna meskipun sering dicuci. Karakter ini menjadi keunggulan tersendiri karena membantu memperpanjang usia pakai pakaian.

Apa Saja Kelebihan Bahan Polyester?

Merujuk situs Apex Mills dan Fitinline, berikut beberapa manfaat yang paling sering dirasakan pengguna maupun pelaku industri tekstil.

1. Tidak Mudah Kusut dan Mudah Dirawat

Polyester tergolong jenis kain yang “tidak rewel”. Setelah dicuci, kain ini relatif cepat kering dan tidak mudah kusut. Bagi Anda yang selalu disibukkan dengan aktivitas yang padat, kelebihan ini membantu menghemat waktu karena Anda tidak perlu terlalu sering menyetrika pakaian.

2. Tahan Lama untuk Penggunaan Harian

Serat polyester memiliki kekuatan yang baik terhadap gesekan maupun tarikan. Karena itu, pakaian seperti seragam, jaket, atau pakaian kerja dapat bertahan lebih lama dibanding beberapa jenis serat lain.

3. Harga Relatif Terjangkau

Dibandingkan beberapa serat alami lain, polyester umumnya memiliki harga yang lebih terjangkau. Hal ini membuatnya banyak digunakan dalam berbagai segmen pasar, mulai dari produk fashion harian hingga produksi skala besar.

4. Cocok untuk Produksi Skala Besar

Konveksi, garment, dan brand fashion membutuhkan material yang mudah diperoleh dengan kualitas stabil. Polyester mampu memenuhi kebutuhan tersebut karena pasokannya relatif tersedia dalam jumlah besar dan karakter kainnya yang konsisten.

Apa Kekurangan Bahan Polyester yang Perlu Diketahui?

Meski memiliki banyak keunggulan, polyester juga memiliki sejumlah keterbatasan yang perlu diketahui sebelum memilihnya. Merujuk Goonvean Fibres dan Hebei Weihigh, berikut beberapa kekurangan bahan polyester:

1. Polyester Kurang Menyerap Keringat Dibanding Katun

Karena daya serap airnya lebih rendah, polyester tidak menyerap keringat sebaik katun. Pada kondisi tertentu, sebagian orang merasa lebih nyaman menggunakan serat alami ketika beraktivitas di lingkungan yang sangat panas.

2. Bisa Terasa Kurang Sejuk pada Kondisi Tertentu

Beberapa jenis polyester bisa saja terasa lebih gerah dibanding kain berbahan katun murni. Namun, teknologi tekstil saat ini telah menghasilkan banyak varian polyester yang lebih ringan dan memiliki sirkulasi udara lebih baik.

3. Isu Lingkungan pada Serat Sintetis

Karena berasal dari material berbasis petrokimia, yaitu polietilena tereftalat, polyester tidak sepenuhnya ramah lingkungan. Meski begitu, penggunaan polyester daur ulang terus digalakkan sebagai upaya mengurangi dampak lingkungan dari produksi tekstil modern.

Polyester vs Cotton: Mana yang Lebih Cocok untuk Kebutuhan Anda?

Jika dibandingkan dengan cotton (katun), mana serat yang lebih bagus? Sebenarnya, itu semua tergantung kebutuhan Anda.

Aspek Polyester Cotton
Daya tahan Tinggi Sedang
Penyerapan Keringat Rendah Tinggi
Perawatan Mudah Perlu perhatian lebih
Ketahanan terhadap Kusut Sangat baik Mudah kusut
Harga Relatif terjangkau Bervariasi
Kegunaan Jersey, seragam, jaket, produk fashion Kaus oblong, pakaian santai
perbedaan polyester dan katun

Perbedaan Bahan Polyester dan Bahan Katun (Sumber: Aneka Sandang Textile)

Baca Juga: Cara Membangun Koleksi Brand Fashion: Dari Moodboard ke Produksi

Kapan Sebaiknya Memilih Polyester?

Polyester cocok ketika Anda membutuhkan pakaian yang awet, mudah dirawat, cepat kering, dan digunakan secara rutin. Karena itu, material ini banyak digunakan untuk pembuatan jersey olahraga, seragam perusahaan, hingga berbagai produk konveksi.

Kapan Katun Lebih Cocok?

Katun biasanya dipilih untuk jenis pakaian yang lebih mengedepankan aspek kenyamanan dan daya serap. Biasanya, pakaian berbahan katun lebih disukai untuk kondisi cuaca panas karena sensasi lembut dan sejuk yang dihadirkannya.

Jenis-Jenis Kain Polyester yang Sering Digunakan

Polyester hadir dalam berbagai bentuk kain dengan karakter yang berbeda. Pemilihan jenis yang tepat akan membantu menghasilkan produk yang lebih sesuai kebutuhan.

1. Polyester Woven

Kain polyester woven dibuat melalui proses tenun. Karakteristiknya cenderung lebih stabil, kokoh, dan sering digunakan untuk seragam, celana, maupun pakaian formal tertentu.

2. Polyester Knit

Polyester knit diproduksi menggunakan teknik rajut. Karakteristiknya lebih lentur, ringan, dan nyaman digunakan untuk jersey olahraga.

3. Polyester Blend

Jenis ini merupakan campuran polyester dengan serat lain, seperti rayon atau katun. Tujuan perpaduan ini adalah untuk menciptakan produk yang balance, yakni tidak hanya nyaman dikenakan, tetapi juga memiliki daya tahan tinggi.

Bahan Polyester Cocok untuk Pakaian Apa Saja?

Seperti disebutkan sebelumnya, polyester memiliki karakteristik yang fleksibel. Alhasil, material ini dapat digunakan pada berbagai jenis pakaian. Ada jenis pakaian apa saja?

1. Jersey dan Sportswear

Kemampuan cepat kering membuat polyester sering dipilih sebagai material utama untuk jersey olahraga dan pakaian aktivitas fisik lainnya.

2. Seragam Kerja

Daya tahannya terhadap kusut dan pencucian berulang membuat polyester cocok digunakan untuk seragam kerja, baik kantor maupun industri.

3. Jaket dan Outerwear

Banyak jaket menggunakan polyester karena mampu mempertahankan bentuk sekaligus memiliki daya tahan yang baik.

4. Fashion Kasual

Kaos, blouse, dress, hingga celana kasual juga banyak menggunakan polyester atau campuran polyester untuk mendapatkan karakter kain tertentu.

5. Produk Konveksi dan Garment

Untuk produksi skala besar, polyester menawarkan efisiensi yang membantu menjaga kualitas produk tetap konsisten.

Bagaimana Cara Merawat Pakaian Berbahan Polyester?

Perawatan yang tepat akan membantu pakaian polyester bertahan lebih lama. Agar warna, bentuk, dan kualitas seratnya tetap terjaga dalam jangka panjang, berikut beberapa cara merawat pakaian polyester yang perlu diperhatikan.

Cara Mencuci Polyester dengan Benar

Merujuk laman Whirlpool dan Careonova, berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan agar proses mencuci tidak membuat polyester cepat rusak:

  1. Periksa label perawatan sebelum mencuci

Meskipun sebagian besar pakaian polyester aman dicuci menggunakan mesin cuci, beberapa produk merupakan campuran polyester dengan katun, wol, atau spandeks yang memiliki kebutuhan perawatan berbeda. Karena itu, selalu baca petunjuk pada label pakaian terlebih dahulu.

  1. Pisahkan berdasarkan warna dan jenis bahan

Sebaiknya cuci polyester bersama bahan yang memiliki karakteristik serupa. Hindari mencampurnya dengan bahan kasar, seperti denim atau handuk tebal, karena gesekan berlebih dapat memicu pilling atau munculnya bintik-bintik serat pada permukaan kain.

  1. Balik pakaian sebelum dicuci

Membalik bagian dalam pakaian ke luar membantu mengurangi gesekan langsung pada permukaan kain. Cara ini juga membantu menjaga warna tetap cerah serta melindungi sablon, bordir, atau detail dekoratif lainnya.

  1. Tangani noda terlebih dahulu

Untuk noda keringat, minyak, saus, atau bekas kosmetik, oleskan sedikit deterjen cair pada area yang terkena noda dan diamkan beberapa menit sebelum dicuci. Cara ini lebih efektif dibanding langsung memasukkan pakaian ke mesin cuci.

  1. Gunakan air dingin atau air hangat

Polyester sebaiknya dicuci menggunakan air dingin atau air hangat. Suhu yang terlalu panas dapat membuat serat sintetis mengalami perubahan bentuk dan mempercepat penurunan kualitas kain.

  1. Gunakan deterjen secukupnya

Deterjen yang terlalu banyak dapat meninggalkan residu pada serat polyester. Akibatnya pakaian terasa lebih kaku, mudah menyimpan bau, dan kurang nyaman saat dipakai. Gunakan takaran sesuai petunjuk pada kemasan deterjen.

  1. Jangan memenuhi mesin cuci terlalu penuh

Mesin cuci yang terlalu penuh membuat pakaian tidak bergerak bebas saat proses pencucian. Selain hasil cucian kurang bersih, kondisi ini juga meningkatkan risiko kusut dan gesekan antarkain.

Cara Mengeringkan Polyester yang Tepat

Setelah dicuci dengan benar, perhatikan pula proses pengeringannya. Laman The Laundress menyebutkan, polyester termasuk bahan yang cepat kering sehingga tidak membutuhkan panas tinggi saat dikeringkan.

Selengkapnya, berikut cara mengeringkan polyester dengan tepat:

  1. Keluarkan pakaian segera setelah selesai dicuci

Jangan biarkan pakaian terlalu lama berada di dalam mesin cuci setelah pencucian selesai. Kondisi lembap yang terlalu lama dapat memicu bau tidak sedap dan membuat kerutan lebih sulit hilang.

  1. Kibaskan pakaian sebelum dijemur

Sebelum dijemur, kibaskan pakaian beberapa kali untuk membantu merapikan serat dan mengurangi lipatan yang terbentuk selama proses pencucian.

  1. Jemur di area yang memiliki sirkulasi udara baik

Polyester termasuk bahan yang cepat kering sehingga tidak membutuhkan paparan panas yang berlebihan. Area teduh dengan sirkulasi udara yang baik sudah cukup untuk mengeringkan pakaian secara optimal.

  1. Hindari sinar matahari yang terlalu terik dalam waktu lama

Paparan panas berlebih secara terus-menerus dapat mempercepat pemudaran warna pada beberapa jenis kain polyester, terutama yang berwarna gelap atau cerah.

  1. Gunakan pengering dengan suhu rendah jika diperlukan

Apabila menggunakan mesin pengering, pilih pengaturan suhu rendah hingga sedang. Polyester memang cukup tahan terhadap proses pengeringan, tetapi suhu tinggi dapat merusak struktur serat sintetis.

  1. Angkat pakaian segera setelah kering

Membiarkan pakaian terlalu lama di dalam pengering dapat memicu munculnya kerutan dan listrik statis pada kain.

Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Merawat Polyester

Berikut beberapa kesalahan yang ternyata dapat memperpendek usia pakai pakaian polyester tanpa disadari. 

  • Mencuci menggunakan air yang terlalu panas

Banyak orang menganggap air panas lebih efektif untuk membersihkan pakaian. Padahal, pada polyester, suhu yang terlalu tinggi justru dapat merusak serat dan menyebabkan perubahan bentuk pada pakaian.

  • Menggunakan suhu setrika yang tinggi

Polyester merupakan serat sintetis berbahan dasar plastik (PET). Karena itu, panas berlebihan berpotensi membuat permukaan kain mengilap, berubah bentuk, bahkan meleleh pada kondisi tertentu. Gunakan suhu rendah saat menyetrika dan lapisi dengan kain pelindung jika diperlukan.

  • Menggunakan terlalu banyak pelembut pakaian

Pada pakaian olahraga berbahan polyester, penggunaan pelembut secara berlebihan dapat meninggalkan lapisan residu yang menurunkan kemampuan kain dalam mengelola kelembapan dan sirkulasi udara.

  • Menyimpan pakaian saat masih lembap

Meskipun polyester tidak mudah berjamur dibanding beberapa serat alami lain, menyimpan pakaian dalam kondisi belum benar-benar kering tetap dapat menimbulkan bau apek dan membuat pakaian terasa kurang segar saat digunakan kembali.

  • Mencuci bersama bahan yang kasar

Gesekan dengan denim, jaket berbahan kasar, atau handuk tebal dapat mempercepat munculnya pilling pada permukaan polyester sehingga tampilan pakaian terlihat lebih cepat usang.

  • Mengabaikan noda terlalu lama

Polyester cenderung menyerap minyak tubuh dan residu kosmetik. Jika noda dibiarkan terlalu lama tanpa penanganan awal, proses pembersihannya bakal menjadi lebih sulit dibanding saat noda masih baru.

Mengapa Banyak Konveksi dan Brand Fashion Memilih Polyester?

Dari sisi bisnis, polyester menawarkan sejumlah keunggulan yang menguntungkan. Karakteristik inilah yang membuatnya terus menjadi pilihan utama dalam industri fashion.

1. Konsistensi Produksi

Brand membutuhkan hasil yang seragam pada setiap batch produksi. Polyester membantu menjaga konsistensi warna, tekstur, dan performa kain.

2. Efisiensi Biaya

Biaya produksi yang lebih terkontrol membantu pelaku usaha menjaga keseimbangan antara kualitas produk dan harga jual.

3. Ketersediaan Material

Polyester tersedia dalam banyak variasi dan relatif mudah diperoleh dibanding beberapa jenis serat tertentu.

4. Cocok untuk Produksi Massal

Ketika kebutuhan produksi mencapai ribuan hingga puluhan ribu potong, polyester menawarkan stabilitas yang dibutuhkan oleh industri garment dan konveksi.

Baca Juga: Panduan Lengkap Memilih dan Mengenal Kain untuk Bisnis Fashion Anda

Sedang Mencari Kain Polyester Berkualitas untuk Produksi?

Pada akhirnya, polyester memang membuat bau badan karena karakteristik seratnya yang memerangkap minyak dari keringat dan bakteri. Meski begitu, material masih difavoritkan di industri fashion karena unggul dalam hal daya tahan, kemudahan perawatan, fleksibilitas penggunaan, dan efisiensi produksi.

Di samping itu, dengan teknologi tekstil yang terus berkembang serta perawatan yang tepat, kelemahan polyester yang berbau semakin bisa diminimalisir berkat moisture-wicking dan anti-odor yang membantu meningkatkan sirkulasi udara sekaligus mengurangi penumpukan kelembapan pada kain.

Lebih lanjut, dalam mencari polyester untuk kebutuhan produksi pakaian, pastikan untuk mempertimbangkan kualitas material, konsistensi warna, dan ketersediaan stok. Di samping itu, memilih pemasok yang konsisten menghadirkan kualitas dan stok yang lengkap akan membantu proses produksi berjalan lebih lancar.

Aneka Sandang Textile hadir sebagai distributor kain asal Bandung yang menyediakan berbagai pilihan kain polyester untuk kebutuhan konveksi, garment, UMKM fashion, hingga pembelian eceran.

Kami menyediakan berbagai pilihan kain polyester berkualitas dengan standar mutu yang terjaga. Setiap material melalui proses pemeriksaan yang ketat menggunakan QC 4 Point System untuk membantu memastikan kualitas kain tetap konsisten.

Selain itu, stok bahan yang lengkap menjamin tetap berlangsungnya proses produksi oleh pelanggan kami tanpa khawatir kesulitan mencari material yang sama pada pemesanan berikutnya.

Jadi, jika Anda sedang mencari tempat jual kain di Bandung dengan pilihan produk yang lengkap dan kualitas yang konsisten, Aneka Sandang Textlie bisa menjadi pilihan utama. Jelajahi katalog produk Aneka Sandang Textile dan temukan berbagai pilihan kain yang sesuai dengan kebutuhan bisnis maupun proyek Anda.

FAQ

1. Apakah bahan polyester panas?

Polyester tidak selamanya panas, karena karakter setiap kain bergantung pada konstruksi, ketebalan, dan proses finishing yang digunakan. Namun, secara umum, serat ini memiliki daya serap keringat yang lebih rendah dibanding katun sehingga bisa saja terasa gerah, terutama jika digunakan pada cuaca yang sangat panas.

2. Apakah polyester lebih bagus daripada katun?

Tidak ada yang mutlak lebih bagus karena keduanya memiliki keunggulan berbeda. Polyester unggul dalam aspek daya tahan, ketahanan kusut, dan kemudahan perawatan, sedangkan katun lebih unggul dalam hal daya serap keringat dan sirkulasi udara.

3. Polyester cocok untuk baju apa?

Polyester cocok digunakan untuk jersey olahraga, seragam kerja, jaket, pakaian aktivitas fisik, fashion kasual, hingga berbagai produk konveksi dan garment yang membutuhkan material tahan lama serta mudah dirawat.

4. Apakah polyester mudah kusut?

Salah satu keunggulan utama polyester adalah ketahanannya terhadap kusut. Karena itu, banyak pakaian berbahan dasar material ini tetap terlihat rapi meskipun digunakan dan dicuci secara rutin.

5. Di mana bisa membeli kain polyester untuk konveksi atau garment?

Anda dapat membeli kain polyester melalui distributor dan toko kain yang menyediakan stok konsisten serta kualitas terjamin, seperti Aneka Sandang Textile. Aneka Sandang menyediakan berbagai pilihan kain polyester untuk kebutuhan eceran, konveksi, garment, brand fashion, maupun pembelian dalam jumlah besar.

Konsultasi dengan Tim Kami
Dapatkan informasi sesuai kebutuhan Anda

Blog

Temukan Ide dan Tren Tekstil Terkini